Archive for management

Rekayasa Ulang Perusahaan (Reengineering The Corporation) Lanjutan

Kadang-kadang, efisiensi suatu bagian perusahaan membebani biaya efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Sebuah pesawat milik perusahaan penerbangan besar Amerika suatu sore terpaksa mendarat di bandara A untuk suatu perbaikan, tetapi mekanik terdekat yang memenuhi syarat untuk melakukan perbaikan itu bekerja di bandara B. Manajer bandara B menolak mengirim ahli mekaniknya ke bandara A sore itu karena setelah menyelesaikan perbaikan mekanik tersebut harus menginap di hotel, dan biaya hotel mestinya masuk ke anggaran B. jadi, mekanik baru dikirm ke bandara A esok paginya, sehingga memungkinkannya memperbaiki pesawat dan kemudian kembali lagi pada hari yang sama.  Pesawat seharga berjuta-juta dolar diam menganggur, dan perusahaan kehilangan beratus-ratus dari ribuan dolar penghasilannya, tetapi manajer B tidak terkena rekening biaya hotel $100.  Manajer B tidaklah bodoh,  tidak
pula ceroboh.  Dia melakukan dengan tepat apa yang seharusnya dilakukannya: mengontrol dan meminimalkan pengeluarannya.

Pekerjaan yang membutuhkan kerja sama dan koordinasi dari beberapa departemen yang berbeda dalam sebuah perusahaan sering menjadi sumber masalah. Ketika para pengecer mengembalikan barang-barang yang tak terjual sebagai piutang kepada sebuah perusahaan penghasil produk konsumsi terkenal, tiga belas departemen ikut terlibat. Bagian penerima menerima barang, gudang menerimanya untuk disimpan, manajemen persediaan memperbarui catatannya untuk mencatat penerimaan itu, bagian-bagian promosi menentukan berapa harga barang-barang yang terjual, akuntan penjualan menyesuaikan komisi, akuntan umum memperbarui catatan keuangan, dan seterusnya. Namun tak ada satu pun departemen yang secara khusus bertugas menangani pengembalian tersebut. Bagi masing-masing departemen yang terlibat, pengembalian merupakan gangguan yang berprioritas rendah. Tidak mengherankan kesalahan-kesalahan sering terjadi. Barangbarang pengembalian akhirnya “hilang” di gudang. Perusahaan membayar komisi untuk barang-barang yang tak terjual. Lebih buruk lagi, pengecer-pengecer tidak mendapatkan piutang yang mereka harapkan, dan mereka menjadi marah, sehingga secara efektif menggagalkan semua usaha penjualan dan pemasaran. Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a Comment

Rekayasa Ulang Perusahaan (Reengineering The Corporation) part 1

Tak satu pun perusahaan di Amerika yang manajemennya tidak mengatakan, paling tidak untuk konsumsi publik, bahwa mereka butuh suatu organisasi yang cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan kondisi-kondisi pasar, berani bersaing dengan harga pesaing, inovatif dalam menjaga produk-produk dan servisnya dengan teknologi terbaru, dan cukup handal dalam memberikan kualitas dan servis pelanggan yang maksimum. Maka, jika manajemen-manajemen menginginkan perusahaan perusahaan yang ramping, gesit, fleksibel, responsif, kompetitif, inovatif, efisien, mengutamakan konsumen, dan menguntungkan, mengapa begitu banyak perusahaanAmerika yang gemuk, lamban, kaku, melempem, tidak kompetitif, tidak kreatif, tidak efisien, meremehkan kebutuhan pelanggan dan tidak menguntungkan? jawabannya terletak pada bagaimana perusahaan-perusahaan ini menjalankan tugas mereka dan mengapa mereka melakukannya seperti itu. Beberapa contoh berikut mengilustrasikan hal-hal yang menyebabkan kinerja perusahaan sering jauh berbeda dari hasil-hasil yang diharapkan para pimpinan mereka. Read the rest of this entry »

Leave a Comment