Piece Of Mind

*Zhia : Sebuah buku yang bagus untuk belajar me re arrange / re programing hidup manusia agar lebih baik

piece of mind

piece of mind

from : here

Judul:
Piece of Mind -Mengaktifkan Kekuatan Pikiran
Bawah Sadar untuk Mencapai Tujuan, Penulis: Sandy MacGregor, Penerjemah: . Yudi Sujana, Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, ‘ ; Edisi: Mei 2000,
Tebal: 241halaman.

Mari Bekerja Lebih Cerdas
Dari dulu sampai sekarang, kekuatan pikiran manusia masih merapakan misteri yang tak habis-habisnya menjadi lahan penyelidikan ilmu pengetahuan. Rahasia otak dapat diibaratkan gunung es di lautan; yang tampak hanya sebagian amat kecil dari seluruhnya.

Semula umumnya orang berkeyakinan bahwa kekuatan pi¬kiran adalah kunci sukses segala pekerjaan dan keinginan manusia. Tetapi, kemudian banyak ahili terperangah setelah muncul pondapat ilmuwan bidang psikologi, David Gooleman, yang menyatakan bahwa kesuksesan bukan ditentukan oleh kecerdasan berpikir semata, tetapi justru kecerdasan emosilah yang lebih besar andilnya.

Seseorang yang cerdas pikirannya tetapi kurang menggunakan emosinya, besar kemungkinan mengalamai kesulitan dalam hidupnya, atau juga berbahaya bagi orang sekitarnya. Bagaimana membuat irabangan antara keduanya, dan mengasah otak agar meningkat daya serta manfaatnya dalam kehidupan?

Buku Piece of Mind memberi banyak uraian dan cara-cara-nya, tetapi ini pun hanya sekeping kecil pengetahuan tentang pikiran dan otak. Disebutkan bahwa otak seorang jenius pun hanya digunakan sebesar empat sampai lima persen saja. Sisa-nya, entah untuk apa,

Berangkat dari situ, buku ini menyarankan agar kita meningkatkan penggunaan otak dengan cara mengaktifkan otak kiri dan otak kanan, pikiran sa¬dar dan pikiran bawah sadar. Dengan cara seperti itu, potensi otak yang digunakan akan mencapai 10 persen.

Pikiran bawah sadar merupakan jembatan antara mental dan otak. Ketika kita ingin menggunakan otak secara maksimal maka pesan-pesan ke¬inginan kita sebaiknya ditanamkan dahulu di dalam pikiran ba¬wah sadar, yang berkemampuan menyimpan memori hampir tak terhingga banyaknya.

Dalam rangka mehingkatkan utilisasi pikiran bawah sadar, perlu kita mengetahui tentang gelombang energi otak. Menurut buku ini, gelombang otak dibagi dalam empat keadaan, yaitu: delta, theta, alpha, dan beta.

Gelombang energi otak delta adalah kondisi di mana kita sedang tidur tetapi tidak mimpi – tidur nyenyak (kecepatannya 0.5 putaran}. Gelombang energi otak theta adalah kondisi ketika kita dapat bernimpi (kecepatannya sekitar 3,5 s/d 7 putaran). Dalam keadaan ini, pikiran menjadi sangat kreatif dan inspiratif. Biasanya pada keadaan ini terjadi apa yang disebut rapid eye movement (REM) yang terjadi ketika mata dalam keadaan tertutup.

Keadaan yang selanjutnya adalah keadaan alpha, kecepatan adalah sekitar 7 s/d 13 putaran perdetik. Dalam keadaan alpha ini otak hanya dapat berpikir tentang satu hal saja, tidak lebih. Keadaan alpha adalah keada¬an yang rileks tanpa stress, sehingga orang mudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar, bisa mengubah citra diri, bisa mengubah keadaan, bisa menetapkan tujuan. Juga belajar, membaca. bekerja “secara cerdas”, dan sebagainya.

Keadaan alpha mudah dicapai, yaitu ketika kita sedang melamun atau berkhayal. Anak-anak benamur 0 s/d 5 tahun (balita) hidup dalam keadaan alpha. Itu sebabnya mereka menyerap informasi dengan cepat seperti karet busa, dan langsung menembus pikiran bawah sadarnya. Oleh karena itu anak-anak adalah kelompok orang yang paling cepat memahami segala sesuatu yang baru dan sulit sekalipun.

Yang terakhir adalah keadaan beta, yakni pikiran kita dapat memikirkan beberapa hal se cara serempak. Ini adalah ke¬adaan sehari-hari yang dialami oleh orang dewasa, keadaan pada saat kita terjaga dan perhatian bisa terbagi.

DALAM buku ini juga dibahas teknik berpikir yang disebut neuro linguistic programming (NLP). Teknik ini dipublikasikan pertama kali tahun 1979 dan lahir dari penelitian tentang tiga dasar bentuk komunikasi antar-manusia. Namun buku ini mem-fokuskan hanya beberapa bagian penting dari NLP manusia, yaitu tiga cara manusia belajar yang dominan: visual, auditori, dan ki-nestetik, atau kalau disingkat ketiganya itu menjadi VAK.

Cara belajar yang dominan masing-masing orang berbeda. Dengan mengetahui cara yang dominant itu kita dapat melakukan sinergi antara ketiga-tiganya, atau dapat dikatakan siner¬gi potensi otak.

Banyak hal yang tak terduga sebelumnya dapat kita peroleh dari buku ini. Sayang buku Piece of Mind tidak sepopuler Emotional Intelligence karya David Golleman terbitan 1992.

Sesungguhnya Piece of Mind banyak mengupas secara teknis bagaimana meningkatkan po¬tensi otak kita untuk bermacarn-macam kepentingan, seperti bekerja. belajar, membuat keputusan. Bagi orang awam buku ini cukup mudah dipahami dan diaplikasikan meskipun untuk hasilnya perlu waktu latihan.

Dengan mengetahui sisi kuat dan sisi lemah dari tiap individu, juga sekaligus dengan mengetahui manfaat kondisi ener¬gi otak, maka kita dapat mendayagunakannya secara optimal. Cukup efektif jika kita mencoba mencapai apa-apa yang diceritakan dalam buku ini, karena dalam uraiannya juga dijelaskan konsep dasarnya serta memaparkan teknis pelaksanaannya, yaitu dengan menerangkan langkah demi langkah untuk mencapai hal tersebut.

Hukum peta pikiran amat sederhana. Ketika pikiran memasuki otak Anda, rekamlah, bu¬kan dalam bentuk tulisan tetapi dalam bentuk diagram atau simbol. begitulah inti pesan Sandy. Jika perlu, dengan warna-warna agar lebih impressif (mengesankan) otak. Cara ini sebenamya mencoba untuk membangkitkan potensi otak kanan. dan sekaligus akan membangkitkan potensi otak kiri.

Otak kiri memiliki kecenderungan analitis. Utilisasi otak bagian kiri mudah sekali, kare¬na semua metode pendidikan menekankan pada penggunaan otak kiri. Sedangkan otak kanan memi¬liki kecenderungan kreatif. Oleh karena sifatnya kreatif, maka penggunaan yang lebih terhadap otak kanan ini akan mengoptimalkan penggunaan otak secara keseluruhan.

Pada akhirnya utilisasi sumber daya internal otak sangat tergantung pada orang per orang dan sistem kepercayaan yang dianut. “Sistem kepercayaan” me-nurut psikologi adalah perihal respons atau reaksi seseorang terhadap informasi yang datang.
Orang yang menerima atau menolak informasi/gagasan tanpa argumen. dan alasannya menerima/menolak semata-mata karena berdasar sumber informasi/gagasan tersebut, disebut menganut sistem kepercayaan tertutup (apriori). Sedangan mereka yang mencerna dulu informasi/gagasan tanpa pandang asalnya, baru kemudian menentukan sikap menerima atau menolak, disebut menganut sistem kepercayaan terbuka (aposteriori).

Buku ini tidak menjamin bahwa dengan membacanya lalu Anda akan mampu memanfaatkan otak secara optimal. Tetapi karya Sandy ini memberi petunjuk yang jelas bagaimana me¬ningkatkan manfaat potensi otak. Dengan memanfaatkan potensi otak. maka motto “bekerja lebih keras” akan berganti menjadi “bekerja lebih cerdas”, yang mengandungarti “le¬bih kreatif dan lebih analitis”.

Kalau dicermati. apa yang diuraikan dalam buku ini sebenarnya membahas emotional intelligence (El) dan intelligence quotient (IQ). Dan di dalamnya terdapat cara mengkombinasikan atau lebih tepat mensi nergikan kedua potensi – pikiran dan emosi – menjadi kekuatan yang dahsyat.

Tak dapat ditawar lagi bahwa sekarang ini bekerja cerdas amat diperiukan demi survival di belantara globalisasi. Mereka yang tidak cerdas akan tertinggal oleh laju perkembangan yang serba cepat dan pasti.

Dalam konteks psikologi populer, buku ini amatlah menarik dengan metodologi yang runtut, jelas, dan gamblang. Orang awam pun mudah memahami dan mempraktikkannya.
(Jarot Prianggono, peminat psikologi, tinggal di Ciganjur, Jakarta Selatan).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: